Artikel Ilmiah Mahasiswi STIKES Bethesda Raih Juara Pertama dan Juara Empat Kompetisi LMAIP se-Indonesia

28 September 2020  |  oleh Admin
Artikel Ilmiah Mahasiswi STIKES Bethesda Raih Juara Pertama dan Juara Empat Kompetisi LMAIP se-Indonesia

Artikel  ilmiah karya mahasiswi  STIKES  Bethesda Yakkum, Yohana  Rambu Anarara Retang,   muncul sebagai karya terbaik pada Lomba Menulis Artikel Ilmiah Populer (LMAIP) se-Indonesia.  Lomba yang diselengarakan Unkriswina   Sumba NTT ini juga  menetapkan karya  wakil  STIKES Bethesda lainnya, Hana Putri M Rahayu  sebagai  juara keempat.  Unkriswina sebagai penyelenggara  secara resmi telah mengumumkan para pemenang lomba pada tanggal 24 September 2020.

Kompetsi menulis artikel ilmiah iyang dilaksanakan secara daring ini diikuti wakil dari berbagai universitas di  Indonesia. Secara keseluruhan  ada  4i  artikel  ilmiah yang  masuk dalam seleksi panitia lomba.  Yohana ditetapkan menjadi juara pertama melalui artikelnya yang berjudul  “Penerapan Sanksi Sosial dan Sanksi Administrasi Terhadap Pelanggar Protokol  Kesehatan Sebagai Strategi Melawan Covid-19”.   Sementara itu artikel karya Putri mengangkat judul  tentang “Realisasi Rumus  “Cepat Bujang”  Sebagai Strategi Tepat Melawan Covid-19 Dalam Keluarga”.

Artikel ilmiah yang dipaparkan keduanya  berorientas memberikan  alterbatif dan solusi dalam mencegah penularan  covid-19.  “Perlu ada benuk sanksi yang tegas, bukan hanya sanksi sosial tapi juga dalam bentuk saksi administrasi?  Ini dimaksudkan agar muncul rasa jera  kepada siapapun yang melanggar protokol kesehatan covid-19.  Langkah ini diharapkan memberikan efektifitas dalam  menyadarkan siapapun untuk turut  mencegah covid-19,,”  terang Yohana Rambu.

Sementara itu dalam paparan artikel Putri, keluarga ditempatkan sebagai  pilar utama dalam mencegah covid-19. “Saya mengambil judul ini untuk memberikan wawasan tambahan  secara kreatif  kepada masyarakat  luas melalui keluarga. Karena Keluarga  merupkan kelompok sosialisasi yang pertama dan utama. Keluarga diharapkan mampu menjadi agen  perubahan  untuk mencegah covid-19,” terang Hana. (bas)