Illena Risqika dan Yohana Rambu Masuk Tangga Juara Kompetisi Insco 2022

15 November 2022  |  oleh Admin
Illena Risqika dan Yohana Rambu Masuk Tangga Juara Kompetisi Insco 2022

Kreativitas seni dan karya ilmiah mahasiswi  STIKES Bethesda Yakkum   masuk tangga juara kompetisi Indonesia Student Nursing Competition (Insco) 2022 yang diselenggarakan Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesian (AIPNI). Illena Risqika Fitra  dan  Yohana Rambu Anarara Rentang  menembus tangga juara  untuk jenis lomba seni tari dan karya tulis ilmiah.

Insco merupakan sebuah kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan sebagai wadah untuk mengembangkan  prestasi mahasiswa baik di bidang akademik maupun non akademik.  Kompetisi ini diikuti mahasiswa ners dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia.  

Hasil penjurian yang diumumkan pada awal November 2022, Illena Risqika ditetapkan sebagai juara harapan pertama untuk jenis lomba seni tari kategori lokasi dan pencahayaan.  Kreativitas seni berupa video saat Illena membawakan tari tradisonal jaipong tanjung baru, desain tempat dan pencahayaannya mengambil lokasi di aula gedung baru STIKES Bethesda.  Illena tampil membawakan tari jaipong dengan durasi sekitar lima menit.  Didukung pencahayaan yang baik,  rancak gemulai tariannya  tervisualissikan dengan jelas dalam video tersebut.

Sementara itu Yohana  Rambu ditetapkan sebagai juara harapan kedua  untuk lomba karya tulis ilmiah kategori data dan sumber informasi terupdate.  Yohana dalam karya tulisnya mengangkat judul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting”.  Variable kajiannya meliputi tentang   antenatal care, riwayat diare, inisisai menyusui dini dan  ASI eksklusif.

Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita, menurut Yohana masih  menjadi masalah kesehatan yang memerlukkan perhatian khusus.  Fakta ini yang kemudian  menjadi salah satu alasan mengapa dalam karya tulisnya ia mengangkat  kajian tentang stunting. “Saya tertarik meneliti terkait stunting. Stunting merupakan masalah kesehatan serius, dan memerlukan perhatian khusus.  Dengan mengetahu faktor-faktor penyebab, harapannya stunting bisa dicegah dan diatasi,” terang Yohana Rambu. (bas)