Laurencia Fajar Raih Juara Dua Physio Fun Competition Tingkat Nasional

17 Juli 2023  |  oleh Admin
Laurencia Fajar Raih Juara Dua Physio Fun Competition Tingkat Nasional

Laurencia Fajar adalah nama panjangnya.  Teman-teman kampus  biasa menyapanya dengan panggilan Lauren.  Ia adalah mahasiswi   program studi Fisioterapi  STIKES Bethesda  Yakkum angkatan 2022,  Mahasiswi  asal  kabupaten Gunungkidul tersebut, sukses meraih prestasi membanggakan  yang turut mengharumkan nama almamater. Ia dinobatkan sebagai juara kedua  lomba national Physio Fun Competition yang diselenggarakan oleh Ikatan Fisioterapi Indonesia(IFI) Magetan dan Physsio Fun pada 16 Juli 2023.

Kompetisi  dengan tema  tentang gangguan muskuloskeletal  terkait pekerjaan tersebut,  diikuti puluhan mahasiswa/i dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dilaksanakan secara daring atau via zoom, kompetisi ini menuntut kecakapan peserta  baik secara lisan maupun tulisan untuk  menjawab dan menganalisa pertanyaan  juri terkait gangguan muskuloskeletal.  Sebagai informasi  muskuloskeletal tubuh dalam ilmu fisioterapi merupakan  struktur yang mendukung anggota badan, leher dan punggung. Gangguan pada sistem ini disebut sebagai gangguan muskuloskeletal yang bisa mempengaruhi pada ligamen, otot, saraf, sendi dan tendon, dan tulang belakang.  Pertanyaan  dan persoalan seputar  gangguan muskuloskeletal inilah  yang  ditujukan kepada peserta di setiap babak yang diikuti.

Setelah dilakukan seleksi pada babak pertama,  kompetisi ini hanya meloloskan enam peserta ke babak kedua  salah satunya Laurencia.  Di babak kedua enam  peserta kembali  harus berkompetisi untuk menjawab lima pertanyaan wajib dan  soal teka teki   yang semuanya menyangkut  tentang gangguan muskulokeletal.  Laurencia bersama tiga peserta lainnya akhirnya dinyatakan lolos untuk mengikuti babak ketiga atau babak final.   Babak final yang tinggal diikuti empat peserta,  menyajikan pertanyaan analisis yang harus dijawab secara lisan.   Ada 25 pertanyaan analisis  yang sifatnya merupakan pertanyaan rebutan yang harus dijawab oleh para peserta.  Melalui kompetisi di babak final ini, Laurencia akhirnya berhasil mendapatkan nilai terbaik kedua dan  dinobatkan sebagai juara kedua.

Bagi Laurencia,  kompetisi  yang diikutinya telah memberikan pengalaman baru dan memberikan suntikan motivasi untuk lebih total  mendalami ilmu fisioterapi.  Terlebih menurutnya, saat ini belum banyak masyarakat  yang memahami tentang  bagaimana  besarnya manfaat dan fungsi  fisioterapi dalam memulihkan gangguan pada tubuh.  “Dari kompetisi ini saya bisa banyak belajar  tentang gangguan muskuloskeletal dan  bagaiamana tentang intervensinya.   Fisioterapi bagi saya sangat menarik untuk dipelajari, ilmu ini sangat diperlukan baik untuk mencegah terjadinya gangguan maupun memulihkan suatu  gangguan pada tubuh,” jelas Laurencia. (bas)