Mahasiswa D3 dan Sarjana Keperawatan STIKES Bethesda kuti Pelatihan BT&CLS

28 Februari 2026  |  oleh Admin
Mahasiswa D3 dan Sarjana Keperawatan STIKES Bethesda kuti Pelatihan BT&CLS

Stikesbethesda.ac.id—Kompetensi melakukan basic trauma and cardiac life support (BT&CLS) atau tindakan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) merupakan skill yang harus dikuasai setiap calon tenaga medis. Seorang tenaga medis tentu dituntut mampu melakukan tindakan pada situasi darurat yang dialami pasien atau korban. Pertolongan pertama yang cepat dan tepat kepada korban yang tengah dalam kondisi darurat, merupakan tindakkan yang sangat vital untuk keselamatan nyawa korban. 

Karena itu membangun kompetensi melakukan tindakan kegawatdaruratan kepada mahasiswa calon tenaga medis merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar. STIKES Bethesda YAKKUM sebagai institusi pendidikan di bidang kesehatan, telah menempatkan kebutuhan tersebut menjadi salah bagian penting dalam proses pendidikan bagi mahasiswanya. 

Untuk pembekalan kompetensi BT&CLS, STIKES Bethesda YAKKUM melalui lembaga pelatihan bentukannya yakni Bethesda Health Training Center (BeHealthTC) bekerjasama dengan PT Citra Paramedika, pada bulan Februari 2026 lalu telah menyelenggarakan pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS). Pelatihan yang dilaksanakan di kampus utama STIKES Bethesda Yogyakarta tersebut, diikuti seluruh mahasiswa prodi D3 dan prodi sarjana keperawatan. Pelatihan dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 20-25 Februari dan gelombang kedua dilaksanakan pada tanggal 23-28 Februari. 

Dosen sekaligus instruktur BeHealthTC, Isnanto S. Kep. Ns. MAN mengatakan, pelatihan yang diberikan kepada peserta meliputi banyak hal yang merupakan bagian dalam tindakan kegawatdaruratan. Diantaranya meliputi pelatihan melakukan bantuan hidup dasar (BHD), menjelaskan triage pasien dan penataksanaan awal (initial assesment), melakukan penatalaksanaan pasien dengan gangguan nafas dan pernafasan, melakukan penatalaksanan pasien akibat trauma meliputi kepala,spinal, thorak, abdomen, mesculaskeletal dan luka bakar, melakukan penatalaksanaan pasien dengan gangguan sirkulasi, melakukan penatalaksanaan kegawatdaruratan kardiovaskuler. Terakhir adalah melakukan evakuasi dan transportasi. 

Sementara itu Kepala BeHealthTC, Indrayanti S. Kep. Ns.M. Kep menjelaskan bahwa bahwa dari pelatihan ini diharapkan semua peserta benar benar menguasai tindakan kegawatdaruratan sesuai standar operasional prosedur (SOP). “Pelatihan ini dilaksanakan salah satunya dengan tujuan peserta mampu melakukan penatalaksanaan kegawatdaruratan akibat trauma dan kadiovaskuler tingkat dasar. Kompetensi harus dimiliki setiap mahasiswa selaku mahasiswa keperawatan yang kelak bakal menjadi tenaga medis,” jelas Indrayanti. (bas)