Meyta Lintang Dinobatkan Sebagai Best Presentation Essay Competition Nasional

16 November 2022  |  oleh Admin
Meyta Lintang Dinobatkan Sebagai Best Presentation Essay Competition Nasional

Namanya Meyta Lintang Perdani, biasa dipanggil  dengan sapaan Meyta.  Ia adalah mahasiswi semester tiga  program D3 Keperawatan STIKES Bethesda Yakkum. Pembawaannya penuh semangat.  Kekeuh dalam mengejar harapan.  Ia juga merupakan salah satu mahasiswi yang aktif mengikuti kegiatan dikampusnya.

Belum lama ini atau tepatnya 29 Oktober 2022,  Meyta berhasil mengharumkan nama almamater melalui prestasi membanggakan dari kompetisi essay berskala nasional.  Ia dinobatkan sebagai “Best Presentation Essay Competition” lomba essay nasional yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Surabaya. 

Untuk meraih gelar tersebut Meyta harus bersaing dengan mahasiswa dari  berbagai perguruan tinggi  di Indonesia.  Ada tahapan bagi setiap peserta untuk bisa tampil di babak final.  Sebelum dinyatakan lolos final, seluruh essay karya peserta terlebih dahulu harus  melewati tahapan seleksi.  Hasil seleksi akhirya meloloskan lima peserta yang karya essaynya  dinilai laik tampil di final, dan salah satunya adalah essay karya Meyta.

Pada kompetisi essay ini, Meyta  memaparkan gagasannya yang berjudul “Spacefreemed  Solusi  Permasalahan Mental di Era Society 5.0”.   Performnya yang lugas dan jelas dalam  menyampaikan gagasan inovatif di bidang  layanan kesehatan, mengantarkan dirinya meraih gelar juara dalam kompetisi tersebut. Spacefreemed  atau singkatan dari space free dan medicine delivery drone,  adalah gagasan tentang aplikasi inovatif di bidang layanan kesehatan.   Dengan spacefreemed, menjadikan layanan kesehatan sangat mudah diakses dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu.  Banyak fasilitas bisa diakses melalui feature dalam aplikasi tersebut.  Spacefreemed  juga memberikan  inovasi baru berupa pengiriman obat secara langsung menggunakan drone.  Menggunakan spacereemed, seseorang  bisa periksa  kapan saja dan dimana saja.  “Kalau hanya memberikan resep dan pasien beli obat sendiri, sepertinya sudah ada aplikasi semacam itu.  Spacefreemed memberikan  inovasi  agar pasien lebih dimudahkan. Pasien bisa mendapatkan obat secara langsung dengan sistem pengiriman menggunakan drone,” jelas Meyta  mengenai ide inovatifnya  melalui  spacefreemed.

Di era konvensional gagasan yang dipaparkan Meyta  mungkin akan dianggap khalayak hanya sebuah angan-angan. Namun di era sociaty 5.0 dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, gagasan ini tentu sangat riel.  Realitanya saat ini drone memang sudah banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.  Tentu sangat mungkin pula pemanfaatan drone juga akan merambah pada  layanan kesehatan.(bas)