Resta Betaliani Beri Pembelajaran Kesehatan Organ Reproduksi Kepada Remaja di Terban

18 Juni 2021  |  oleh Admin
Resta Betaliani Beri Pembelajaran Kesehatan Organ Reproduksi Kepada Remaja di Terban

Pembelajaran mengenai kesehatan organ reproduksi disampaikan dosen STIKES Bethesda Yakkum, Resta Betaliani Wirata, S. Kep. Ns. MSN,  kepada  kaum remaja di wilayah Kelurahan Terban.  Momen ini terjadi dalam sebuah pertemuan yang  diikuti kalangan remaja di  ruang rapat lantai II Kantor Kelurahan Terban pada 18 Juni 2021. 

Pertemuan  tersebut  digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan  Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Kota Yogyakarta, dalam rangka meningkatkan program pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana (bangga kencana}. Dilaksanakan dengan mematuhi standar prokes Covid-19, pertemuan turut dihadiri tokoh atau pejabat dari DP3P2KB, Kecamatan Gondokusuman, dan Kelurahan Terban.

Diundang sebagai salah satu nara sumber,  Resta Betaliani mengupas  topik tentang “Menjaga dan Merawat Organ Reproduksi”.  Topik ini menjelaskan kepada kaum remaja tentang pola hidup atau porsedur yang benar dalam menjaga kesehatan organ reproduksi.  Dijelaskan pula resiko atau penyakit yang bisa muncul akibat dari  organ reproduksi yang  tidak sehat.

Menurut Resta,   pembelajaran kesehatan organ reproduksi sangat dibutuhkan kaum remaja sebagai persiapan bagi mereka untuk menjalani kehidupan reproduksi yang sehat dan bertanggung jawab.  Pembelajaran seutuhnya  mengenai kesehatan organ reproduksi juga berperan penting untuk menyelamatkan generasi bangsa terjerumus dalam pergaulan bebas.

“Penting untuk diberikan pemahaman kesehatan organ reproduksi kepada kaum remaja. Terlebih kaum remaja masih ada yang menganggap tabu atau malu untuk menanyakan  seksualitas kepada orangtua.  Remaja perlu memahami secara benar tentang seksualitas atau  kesehatan organ reproduki. Ini penting untuk melindungi remaja sebagai generasi bangsa agar mampu menjalani kehidupan yang bertanggung jawab, dan tidak terjerumus dalam pergaulan bebas,” jelas  Resta. (bas)