STIKES Bethesda Lantik 27 Ners Angkatan XIII, Siap Emban Marwah Sumpah Ners

10 Juni 2022  |  oleh Admin
STIKES Bethesda Lantik 27 Ners Angkatan XIII, Siap Emban Marwah Sumpah Ners

Pembangunan sumber daya manusia khususnya di bidang keperawatan, secara berkelanjutan terus diwujudnyatakan STIKES Bethesda.   Bertempat di Hotel New Saphir Yogyakarta pada Kamis 9 Juni 2022, Sidang Senat STIKES Bethesda diketuai  Viivi Retno Intening, S. Kep., Ns., MAN kembali  menyelenggarakan angkat sumpah ners yang diikuti  27 ners angkatan XIII.   Pelantikan ners tersebut turut dihadiri pejabat dari Dinas Kesehatan DIY, LLDIKTI wilayah V,  YAKKUM dan sejumlah tamu undangan dari instansi terkait.

Dipandu ketua PPNI DIY Tri Prabowo. S. Kp. M. Sc  dan didampingi tokoh rohaniawan,  ners terlantik menyatakan sumpahnya untuk mengemban tanggung jawab dengan menjaga martabat profesi.  Predikat ners berprestasi pada pelantikan ini diraih Ambar Arum Respatiningsih, S. Kep. Ns,  dengan IPK 3,93, Yulia  Friska Ardhiani, S. Kep. Ns., dengan IPK3.92 dan  Kristin Dwi Ratnasari, S. Kep, Ns.,  dengan IPK3,88.

Ners terlantik adalah ners generasi terbaru STIKES Bethesda yang siap mengabdi   sebagai tenaga profesional di bidang kesehatan.  Mayoritas  dari mereka segera akan menjalani profesinya sebagai perawat profesional.  Data pendidikan menyebutkan 88 persen ners terlantik telah direkrut sebagai tenaga perawat profesional di beberapa rumah sakit berbeda.  Ini menandakan instansi pengguna tenaga kesehatan maupun masyarakat, menaruh harapan besar terhadap peran dan kontribusi perawat lulusan STIKES Bethesda dalam pembangunan bidang kesehatan.

Pada pelantikan tersebut disampaikan oleh Kabag Umum  LLDIKTI V, Taufiqurahman, SE. M. Si,  agar ners terlantik selalu menjaga  marwah sumpah ners dalam melaksanakan tugas profesinya.  Menurutnya angkat sumpah ners memberi makna bahwa seorang perawat  harus betul-betul  bertanggung jawab baik terhadap diri prbadi, profesi dan kepada Tuhan.  “Menjadi ners adalah profesi mulia, yang dituntut mampu bekerja  secara bropesional dengan menerapkan kode etik keperawatan. Setiap  ners diwajibkan ikut angkat sumpah. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam menjalankan profesinya,” terang Taufiqurahman.

Sementara itu diutarakan Kabid Sumber Daya Kesehatan YAKKUM, Crishanantya Tri Wardana , SE. M. Si.,  capaian STIKES Bethesda meluluskan perawat profesional  secara berkesinambungan merupakan  hal yang membanggakan.  Ia berharap  STIKES Bethesda mampu menjaga konsistensinya untuk mengembangkan karyanya mencipatakan  lulusan  yang berkualitas. “Alumni STIKES Bethesda telah terserap  diberbagai lembaga kesehatan di Indonesia, bahkan ada yang di luar negeri. Ini  merupakan bukti STIKES Bethesda  mampu menhasilkan tenaga kesehatan profesional.  Merupakan hal yang membanggakan tentunya, oleh karena itu ke depan harus selalu dipertahankan dan ditingkatkan,” jelas Crishanantya saat menaympaikan sambutannya. (bas)