STIKES Bethesda, UKDW dan Sanata Dharma, Bersinergi Beri Layanan Kesehatan Kepada Kaum Ibu Hamil di Pendul

26 Juni 2023  |  oleh Admin
STIKES Bethesda, UKDW dan Sanata Dharma, Bersinergi Beri Layanan Kesehatan Kepada Kaum Ibu Hamil di Pendul

Bakti sosial   melaksanakan  pemeriksaan  kesehatan ibu hamil, dilakukan STIKES Bethesda Yakkum bersama Fakultas Kedokteran  Universitas Kristen Duta Wacana  (UKDW), dan Fakultas   Universitas  Sanata Dharma.  Pengbadian masyarakat ini dilaksanakan tepatnya pada 25 Juni 2023, menyasar kaum ibu hamil di wilayah Pedukuhan  Pendul , Kelurahan Argorejo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul.

Pemeriksaan kesehatan  dilaksanakan di kantor pedukuhan Pendul, dan  diikuti puluhan ibu hamil yang tampak antusias  memeriksakan kondisi kehamilannya. Dalam kegiatan tersebut kaum ibu hamil  berkesempatan mendapatkan beberapa layanan kesehatan dari  dosen dan mahasiswa yang bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan.  Layanan kesehatan yang diberikan diantaranya pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), pemeriksaan POCT atau pemeriksaan laboratorium di luar laboratorium  sentral,  pemeriksaan tekanan darah, berat dan tinggi badan.  Diberikan juga layanan konsultasi mengenai obat-obatan terkait dengan  obat teratogen atau yang beresiko membahayakan kesehatan kehamilan.

Layanan kesehatan  kepada kaum ibu hamil di wilayah Pendul,  dilaksanakan sebagai salah satu perwujudan   atau  manifestasi dari program  Inter Personal Education  (IPE) yang telah  terbentuk antara  STIKES Bethesda, UKDW, dan  Sanata Dharma.  Kegiatan  bakti sosial kali ini sekaligus untuk memaknai Dies Natalis  UKDW.

“Bakti sosial ini merupakan  tindak lanjut dari program  Inter Personal Education (IPE) yang sudah terlaksana sejak 2018  antara STIKES Bethesda,  UKDW dan Sanata Dharma.  Program  IPE  ini salah satunya kami manifestasikan atau kami wujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat.   Kegiatan kali ini sekaligus untuk memaknai  Dies Natalis UKDW,” jelas  Wakil Bidang Akademik  STIKES Bethesda,  Ethic Palupi, S. Kep. Ns,  MNS.

Sebagai dasar  atau pertimbangan  dilaksanakan bakti sosial ini,  dijelaskan Ethic Palupi karena masalah kesehatan ibu dan anak masih menjadi prioritas  penatalaksanaan kesehatan  di Indonesia. Data dari WHO pada tahun 2020 menyebutkan  angka kematian ibu masih cukup tinggi yaitu diperkirakan ada di angka 177 per 100 ribu  kelahiran hidup.   Sementara data The World Bank pada  tahun 2021, angka kematian  neonatal  ada di angka 11 per 1000 kelahiran hidup. Penelitian sebelumnya menyebutkan  terdapat beberapa penyebab masih tingginya angka kematian ibu dan neonatal di Indonesia.  Misalnya, kurangnya  manajemen resiko di fasilitas kesehatan tingkat pertama, kurangnya komunikasi antar tingkat pelayanan  kesehatan, penundaan dan kesalahan rujukan, kurangnya perencanaan kehamilan dan  persalinan, kurangnya monitoring komplikasi dan kurangnya komunikasi interpersonal.  Untuk mengatasi persoalan ini, menurut Etic Palupi, salah satunya  perlu ada  perhatian lebih atau prioritas  terhadap kesehatan ibu hamil.  Melalui  bakti sosial yang dilaksanakan, diharapkan juga  bisa memberikan  dampak positif  terhadap tingkat kesadaran seluruh masyarakat untuk terlibat dalam menurunkan angka kematian  ibu dan anak. (bas)